5/31/2015

Graduation Day + 365 Days‏

Image and video hosting by TinyPic

Minggu, 31 Mei 2015. Begitulah tanggal yang terbaca pada smartphone yang selalu kubawa ke mana-mana. Hari ini bukanlah hari yang spesial, kecuali bila teringat bahwa Magnivic Alencearin telah lulus dari ‘penjara suci’ MAN Insan Cendekia Serpong setahun yang lalu, persis pada tanggal ini.

Masih terbayang bagaimana pemandangan Gedung Serba Guna di hari itu : dipenuhi orang tua dan tamu undangan, kami semua berpakaian formal, adanya suatu backdrop bertuliskan “wisuda” di depan panggung GSG, sungguh pemandangan yang tidak biasa. Masih teringat rasa haru ketika kami melangkah satu per satu melaksanakan prosesi wisuda, prosesi yang menandakan akhir perjalanan kami di tempat itu. Masih terkenang wajah-wajah rekan seperjuangan yang sembab, basah akibat air mata yang tak bisa ditahan, tahu bahwa hari esok tidak akan sama dengan hari-hari sebelumnya.


}-{

Meskipun baru satu tahun terlewati dari kejadian kelulusan itu, sudah banyak hal yang terjadi di sekitar kita. Meskipun cuma satu angka yang berubah, dari angka 4 menjadi angka 5 pada angka tahun 2014 dan 2015, tidak sedikit perubahan yang dialami oleh masing-masing diri kita.

Ada beberapa di antara kita yang sibuk dengan dunianya sendiri, sibuk berkegiatan yang mungkin fana esensinya. Ada beberapa di antara kita yang membangun sebuah ilusi, ilusi di mana pribadi dirinya dianggap baik-baik saja, entah mungkin karena berstandar pada dunia yang mulai kacau ini, padahal perubahan adalah sebuah kewajiban yang dia sadari merupakan kebutuhannya. Ada beberapa di antara kita yang ‘menjadi nyaman’ dengan ‘bebasnya’ dunia ini, sehingga menjadi pribadi yang sebelumnya tidak mungkin akan terbentuk di penjara suci tersebut. Lalu, cukup banyak di antara kita yang mengeluhkan betapa banyaknya kebiasaan-kebiasaan baik di penjara suci tersebut yang mulai tertinggalkan.

}-{

Meskipun banyak yang terjadi, namun masih banyak dari kita yang tetap menyadari hal-hal yang penting.

Sadar bahwa kita harus selalu meniatkan diri kita untuk belajar dan beribadah. Sadar bahwa kita harus selalu mengusahakan pribadi diri menjadi rahmatallil aalamiin. Ya, bahkan bisa dikatakan bahwa hampir kita semua sadar akan hal ini.

Namun, mungkin banyak di antara kita yang terlupa untuk sadar bahwa tanpa aksi, semua kesadaran itu menjadi tidak berarti. Aksi yang cukup kuat untuk merealisasikan kesadaran-kesadaran tadi. Aksi yang memulai membawa perubahan berarti bagi diri untuk kembali memegang teguh prinsip-prinsip islami. Aksi yang butuh dimulai dari sekarang, bukan nanti.

}-{

Aku yakin bahwa hampir semua dari kita sadar ketika kita melakukan kesalahan dalam hidup kita. Namun, di sini aku selalu berharap dan berdoa, bahwa semua dari kita akan senantiasa cukup berani untuk mengakui kepada diri kita sendiri akan kesalahan-kesalahannya. Lalu, dengan kesadaran-kesadaran tadi, mulai melakukan aksi untuk perubahan diri, hingga tercapai pribadi yang menjadi rahmatallil aalamiin...
…sehingga Insan Cendekia bangga, bangga telah meluluskan kita
-Satu Jiwa Magnivic

2 comments :